h1

RASIO CAMEL TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA DI BANK SYARIAH

September 4, 2009

Bank syariah yang dalam operasionalnya memiliki fungsi yang lebih luas dari bank konvensional seperti yang diuraikan dalam Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) 2003 yaitu sebagai Manajer Investasi, Investor, Penyedia Jasa Keuangan dan Lalu Lintas Pembayaran, serta Pengembangan Fungsi Sosial. Khan (1992), dalam Sofie (2005), mengidentifikasikan tujuan laporan keuangan akuntansi syariah antara lain adalah penentuan laba rugi yang tepat dan melaporkan dengan benar dan adaptable terhadap perubahan. Syahatah (2001) membagi tujuan akuntansi keuangan (laporan keuangan) diantaranya membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dan menentukan besarnya penghasilan yang wajib dizakati. Sehingga idealnya di bank syariah tidak ada praktik manajemen laba, karena informasi yang tersaji dalam laporan keuangan yang mengandung unsur manajemen laba dapat berbeda dari kondisi yang sebenarnya. Sedangkan secara syariah juga tidak dibenarkan menyampaikan informasi yang salah kepada orang lain. Tetapi karena keterbatasan sumber daya manusia di perbankan syariah dan mayoritas dari mereka juga berasal dari bank konvensional, maka diduga pada bank syariah masih terdapat indikasi praktik manajemen laba.
Karena penilaian kinerja bank syariah umumnya tidak jauh berbeda dengan bank konvensional, maka diduga penilaian kinerja bank syariah dengan rasio CAMEL juga mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba. Rasio CAMEL dan proksinya yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada penelitian Nasser (2003), yang sebelumnya juga sudah digunakan oleh Payamta dan Machfoedz (1999) serta Nasser dan Aryati (2000).
Rasio C (Capital) pada rasio CAMEL dalam penelitian ini, diproksi dengan nilai rasio CAR (Capital Adequacy Ratio. Penelitian Endriani (2004) ditemukan bahwa bank melakukan earnings management dalam upaya memenuhi ketentuan rasio kecukupan modal minimum (CAR) yang telah ditetapkan BI. Earnings management dilakukan oleh bank semakin intensif dengan arah yang terbalik dengan tingkat CAR, dimana bank yang memiliki nilai CAR lebih rendah dari ketentuan minimum BI cenderung lebih intensif (tinggi) melakukan praktik earnings management dan sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rasio CAR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba.
Karena nilai minimum CAR juga merupakan salah satu peraturan BI yang harus dipenuhi oleh bank syariah, maka diduga praktik manajemen laba yang dipengaruhi oleh rasio CAR ini juga terjadi pada bank syariah.
Rasio A (Assets quality) pada rasio CAMEL, dimana kualitas aset ini dapat dilihat dari kemampuan aktiva produktif dalam menghasilkan laba. Sehingga rasio ini diproksi dengan nilai rasio RORA (Return On Risked Assets) yang diperoleh dari perbandingan laba sebelum pajak dengan aktiva produktif. Rasio RORA ini merupakan salah satu rasio yang menunjukkan profitabilitas bank. Secara teori diketahui bahwa perusahaan yang memiliki profitabilitas yang rendah lebih termotivasi untuk melakukan earnings management. Penelitian Robb (1998) juga membuktikan secara empiris bahwa bank cenderung melakukan praktik pengelolaan laba dengan cara meningkatkan laba, jika diperoleh laba yang lebih rendah dari yang diinginkan. Sehingga disimpulkan profitabilitas bank berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba.
Sedangkan rasio M (Management) pada rasio CAMEL, diproksi dengan nilai rasio ROA (Return On Assets). Penelitian Arnawa (2006) menggunakan rasio Return On Assets (ROA) sebagai salah satu proksi untuk menilai kinerja bank. Dimana nilai rasio ROA yang rendah juga diduga akan lebih memotivasi bank untuk melakukan manajemen laba dengan cara meningkatkan laba. Rasio E (Earning) pada rasio CAMEL, diproksi dengan nilai rasio NPM (Net Profit Margin) yang diperoleh dari perbandingan laba operasi dengan pendapatan. Sama halnya dengan rasio RORA dan ROA sebelumnya, rasio NPM juga menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba dari aktivitas operasionalnya. Dimana laba operasi yang digunakan dalam rasio NPM ini jika ditambah dengan laba (rugi) bersih non operasional akan diperoleh nilai laba sebelum pajak yang digunakan dalam rasio RORA dan jika laba sebelum pajak ini dikurangi dengan perkiraan beban pajak penghasilan akan diperoleh nilai laba bersih yang digunakan dalam rasio ROA. Karena itu rasio NPM ini diasumsikan juga akan bersifat sama dengan rasio RORA dan ROA sebelumnya, dimana rasio-rasio tersebut dirujuk kepada rasio ROA dalam penelitian Arnawa (2006).
Rasio L (Liquidity) pada rasio CAMEL, diproksi dengan nilai rasio LDR (Loan to Deposit Ratio). Kinerja bank dalam penelitian Arnawa (2006) juga diproksi dengan rasio LDR. Semakin rendah nilai LDR yang juga menunjukkan rendahnya penghasilan bank akan memotivasi bank untuk melakukan manajemen laba dengan cara meningkatkan laba. Dan hasil penelitiannya juga menunjukkan hal yang sama yaitu rasio LDR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba secara signifikan. Karena rasio LDR dalam penelitian ini sama dengan rasio LDR yang digunakan dalam penelitian Arnawa (2006).

10 comments

  1. bagaimana cara mendapatkan jurnal ini..?


  2. siapa nama penulis jurnal ini?


  3. mohon si informasikan bagaimana cara untuk mendapatkan bahan mulai SNA 8 s/d SNA 12..
    terima kasih atas bantuannya


  4. bisa minta jurnal penelitian Nasser(2003)
    terima kasih…


  5. Artikel ini merupakan sebahagian dari artikel saya yang dipresentasikan pada SNA 11 di Pontianak. Jika situs ini mempublikasikannya, sebaiknya ditampilkan utuh agar bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi terkait.


  6. cr nilai komponen manajemennya gmn ya???
    apa mesti pake’ kuesioner??
    kalo emang iya, ad contoh kuesionernya gak???
    kalo ad tolong kirim k thiqalestari@yahoo.com donk . . .
    tolong bgt ya . . .
    makasih . . .


  7. bagaimana cara mendapatkan versi lengkap dari jurnal ini?
    kalo ada dan bisa, tolong kirim ke email saya.
    terima kasih


  8. malam kaka…tapi klo cara download na bagaimana????
    aku g ngerti……
    mav ngerepotin…
    makasi yak


  9. assalamu’alaikum.
    Sy lg ketik2 skripsi ttg pnlitian ini jg.
    Gmn ya supaya sy bisa dpt versi lengkapnya? Tq.
    Wassalamu’alaikum.


  10. ibu,,,ada ga ya jurnal yang ttg pengaruh rasio camel dan corporate governance terhadap manajemen laba. lok sya prhatikan ibu veronica siregar itu spesifikasi atau sukanya mbhas trkait dengan corporate governance tetapi saya belum tahu jika 2 variabel diatas dijadikan satu ada tidak yach,,,soalnya kbnyakan sndri2,,,antara rasio camel dan corporate governance…mhon bntuannya ya buuu,,,trimaksih,,



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: