h1

INFORMATION TECHNOLOGY RELATEDNESS TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

September 2, 2009

Resource Based View (RBV)
Teori yang mendasari penelitian ini adalah Efficiency-based View yang lebih sering dikenal Resource-based View (RBV). RBV dapat diartikan sebagai model berbasis sumber daya yang fokus pada pengembangan atau perolehan sumber daya dan kapabilitas berharga yang sulit atau tak mungkin ditiru oleh pesaing (Hamdan, 2007).
Dierickx dan Cool dalam Roy dan Aubert (1999) berargumen Resource-based View adalah jika perusahaan memiliki sumber daya yang sukar untuk ditiru atau diggantikan dan kemudian dapat diterapkan sebagai suatu competitive strategies, dimana perusahaan lain tidak dapat menerapkan strategi yang sama karena tidak mempunyai akses atas equivalent set of resources tersebut. Sehingga secara implisit, argumentasi ini berasumsi perusahaan memiliki proses tertentu atas sumber dayanya sehingga dapat digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan strategis. Postulat inti teori Resource-based View ini adalah sumber daya dan kemampuan inti perusahaan dapat menghasilkan competitive sustainability advantage yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan (Roy dan Aubert, 1999). Hal ini dapat difokuskan pada pertimbangan strategis perusahaan ketika mengembangkan dan menggunakan “skills or knowledge sets” yang terdiri atas sistim informasi organisasi (Quinn dan Hilmer dalam Roy dan Aubert, 1999).
Berdasarkan teori RBV, penelitian ini mengidentifikasi information technology relatedness dengan empat dimensinya dapat menjadi sumber daya dan kapabilitas yang berharga, jarang dan sulit untuk ditiru oleh para pesaing karena memberikan nilai unik sebagai kesatuan sumber daya complementarity ketika diterapkan pada suatu perusahaan. Sebagai satuan set sumber daya complementarity, information technology relatedness menciptakan sinergi nilai super- additive (Barua dan Whinston, 1998 dalam Tanriverdi, 2006). Peningkatan sinergi nilai super-additive yang timbul dari penggunaan satuan complementarity dari sumber daya teknologi informasi dan proses manajemen mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan (Tanriverdi, 2006).

Pengaruh Information Technology Relatedness terhadap Kinerja
Berdasarkan diversifikasi RBV, jika suatu sumber daya tidak strategis, relatedness nya tidak dapat menciptakan sinergi lintas unit yang strategis. Karenanya, diversifikasi RBV mengusulkan sebagai fakta bahwa relatedness dari suatu sumber daya yang nonstrategic tidak dapat meningkatkan kinerja perusahaan (Farjoun, 1994; Robin dan Wiersema, 1995). Namun, sebagai sistem pelengkap, empat dimensi information technology relatedness menjadi lebih berharga, jarang dan sukar untuk ditiru. Suatu satuan komplementer sumber daya menyediakan nilai unik pada perusahaan. Ketika membandingkan sinergi yang timbul dari resource relatedness, sinergi yang meningkat dari resource complementarity adalah jauh lebih sulit untuk diamati dan ditiru (Tanriverdi dan Venkatraman, 2005). Pesaing pada umumnya kekurangan tinjauan strategis ke masa depan untuk mengakui complementarity (Milgrom dan Roberts, 1995).
Sekalipun pesaing dengan sukses mengenali complementarity, kemudian menirunya dengan sukses, pesaing harus membuat perubahan systemic pada ke-empat dimensi information technology relatedness unit bisnis secara serempak. Terkaitan dengan complementarity, kegagalan implementasi pada satu dimensi akan secara negatif mempengaruhi kegagalan implementasi dari dimensi lain, sehingga mendorong pada arah kegagalan dari keseluruhan usaha untuk meniru (Milgrom dan Roberts, 1995).
Pengaruh information technology relatedness terhadap kinerja nampaknya akan tergantung pada complementarity empat dimensi information technology relatedness. Dalam hal ini penggunaan complementarity dari empat dimensi information technology relatedness dapat menciptakan sinergi nilai super-additive. Complementarity information technology relatedness tersebut kemudian mampu diterapkan oleh perusahaan yang memiliki proses tertentu atas sumber dayanya sebagai competitive sustainability advantage sehingga mampu meningkatkan kinerja perusahaan (Roy dan Aubert, 1999).
Pengaruh Information Technology Relatedness terhadap Kinerja dengan Tingkat Diversifikasi Produk sebagai Moderator
Penggunaan teknologi informasi semakin penting karena tren bisnis perbankan saat ini tidak mengandalkan pada pendapatan bunga semata namun sudah ditambah dengan fee based income (Supriyanto, 1996). Hal itulah yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam perbankan untuk menciptakan produk funding guna meningkatkan penghimpunan dana. Ansoff dalam Jauh L. dan Glueck W. (1997) menyebutkan salah satu alternatif perusahaan dalam merencanakan bentuk diversifikasi dapat melalui terciptanya fungsi baru berupa produk yang sama atau mirip jenisnya. Diversifikasi tersebut dapat dipandang sebagai cara untuk mengubah pusat biaya internal yang sekarang menjadi penghasil laba serta dapat diorientasikan pada nonproduk (jasa).
Dengan adanya diversifikasi produk jasa perbankan, memungkinkan bank mengeksploitasi lebih terhadap penggunaan complementarity information technology relatedness dan proses manajemen dalam memaksimalkan hasil yang diperoleh dari menciptakan produk yang beragam ini. Misalnya keinginan bank untuk memperkuat posisi dalam persaingan bisnis yang semakin ketat dengan menggunakan diversifikasi produk, akan memaksa bank untuk meningkatkan dan mempererat hubungan kerjasama dengan para vendor dalam outsourcing information technology, meningkatkan koordinasi strategi lintas unit bisnis, semakin memanfaatkan infrastruktur teknologi informasi yang ada dalam perusahaan serta kesiapan sumber daya manusia dalam menunjang keberhasilan kinerja (Hapsari, 2004). Sehingga diharapkan meningkatkan sinergi nilai yang diperoleh dari complementarity information technology relatedness.
Hubungan diversifikasi produk terhadap kinerja pada beberapa penelitian terdahulu dapat dikatakan tidak konsisten, dimana diversifikasi produk dapat menjadi faktor independen, namun ada pula yang menempatkannya sebagai moderator bagi kinerja (Hoopes, 1999). Hasil penelitian Tanriverdi (2006) mendukung variabel tingkat diversifikasi perusahaan (merupakan tingkat diversifikasi un related) sebagai variabel moderating dalam pengaruh information technology relatedness terhadap kinerja.
Dalam penelitian ini, strategi diversifikasi produk perbankan akan lebih meningkatkan sinergi penggunaan complementarity information technology relatedness yang ada dalam suatu bank karena sinergi nilai yang muncul untuk penggunaan complementarity information technology relatedness relatif akan lebih meningkat dibandingkan dengan ketika bank tidak mempunyai diversifikasi produk yang beragam.

5 comments

  1. minta artikel nya dunk?


  2. ada kuesioner tentang jurnal ini ga??


  3. boleh minta kuesioner penelitian ini ga??


  4. Minta jurnal lenkap nya donk..


  5. minta jurnal lengkap nya boleh.. ^___^



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: