h1

ORIENTASI ETIKA PADA KOMITMEN DAN SENSITIVITAS ETIKA AUDITOR

August 29, 2009

Etika
Pengertian etika dalam kamus Echol dan Shadaly (1995) adalah bertindak etis, layak, beradab dan bertata susila. Menurut Boynton dan Kell (1996) etika terdiri dari prinsip-prinsip moral dan standar. Moralitas berfokus pada perilaku manusiawi “benar” dan “salah”. Selanjutnya Arens – Loebbecke (1996) menyatakan bahwa etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat moral dan nilai. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa etika berkaitan erat dengan moral dan nilai-nilai yang berlaku. Termasuk para akuntan diharapkan oleh masyarakat untuk berlaku jujur, adil dan tidak memihak serta mengungkapkan laporan keuangan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
2.1 Sensitivitas Etika (Ethical Sensitivity)
Penelitian dalam akuntansi difokuskan pada etika akuntan dalam hal kemampuan pengambilan keputusan dan perilaku etis. Jika auditor tidak mengakui sifat dasar etika dalam keputusan, skema moralnya tidak akan mengarah pada masalah etika tersebut (Jones,1991). Jadi kemampuan untuk mengakui sifat dasar etika dari sebuah keputusan merupakan sensitivitas etika (ethical sensitivity).
2.2 Komitmen Organisasi dan Profesional (Organizational and Professional Commitment)
Komitmen organisasi dan profesional menggambarkan intensitas dari identifikasi individual, tingkat keterlibatan dalam organisasi atau profesi (Mowday et al., 1982). Identifikasi ini mengsyaratkan beberapa tingkat persetujuan dengan tujuan dan nilai organisasi atau profesi, termasuk moral atau nilai etika.
Komitmen organisasi atau profesional dapat didefinisikan sebagai: (1) sebuah kepercayaan dan dukungan terhadap tujuan dan nilai organisasi dan/atau profesi, (2) sebuah keinginan untuk menggunakan usaha yang sungguh-sungguh guna kepentingan organisasi dan/atau profesi; (3) keinginan untuk memelihara keanggotaan dalam organisasi dan/atau profesi (Aranya et al., 1981; Aranya dan Feris, 1984). Kalbers dan Fogarty (1995) menggunakan dua pandangan tentang komitmen organisasi yaitu affective dan continuance. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa komitmen organisasi affective berhubungan dengan satu pandangan profesionalisme yaitu pengabdian pada profesi, sedangkan komitmen organisasi continuance berhubungan secara positif dengan pengalaman dan secara negatif dengan pandangan profesionalisme kewajiban sosial.
Komitmen profesional adalah tingkat loyalitas individu pada profesinya seperti yang dipersepsikan oleh individu tersebut (Larkin, 1990), Wibowo (1996), mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan antara pengalaman internal auditor dengan komitmen profesionalisme, lama bekerja hanya mempengaruhi pandangan profesionalisme, hubungan dengan sesama profesi, keyakinan terhadap peraturan profesi dan pengabdian pada profesi. Hal ini disebabkan bahwa semenjak awal tenaga profesional telah dididik untuk menjalankan tugas-tugas yang kompleks secara independen dan memecahkan permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tugas-tugas dengan menggunakan keahlian dan dedikasi mereka secara profesional (Scwartz, 1996).
2.3 Orientasi Etika (Ethical Orientation)
Forsyth (1980) berpendapat bahwa orientasi etika digerakkan oleh dua karakteristik yaitu idealisme dan relativisme. Idealisme berhubungan dengan tingkat dimana individual percaya bahwa konsekuensi yang diinginkan (konsekuensi positif) tanpa melanggar kaidah moral. Sikap idealis juga diartikan sebagai sikap tidak memihak dan terhindar dari berbagai kepentingan. Seorang akuntan yang tidak bersikap idealis hanya mementingkan dirinya sendiri agar mendapat fee yang tinggi dengan meninggalkan sikap independensi. Di sisi lain, sikap relativisme secara implisit menolak moral absolut pada perilakunya.
Konsep idealisme dan relativisme tidak berlawanan, namun menunjukkan dua skala yang terpisah oleh Forsyth (1981) memberikan kategori orientasi etika ke dalam empat klasifikasi menggunakan matrik 2 x 2 pada gambar 1(lampiran).
2.4 Model Sensitivitas Etika (Ethical Sensitivity Model)
Hunt dan Vitell (1986) mengembangkan sebuah model untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan etika, dimana langkah awal individual menerima masalah etika, sampai pada pertimbangan etika (ethical judgment), berkembang pada niat, dan akhirnya terbawa pada perilaku. Faktor-faktor dimana Hunt dan Vitell memprediksi pengaruh kemampuan seseorang untuk mempersiapkan masalah etika meliputi lingkungan budaya, lingkungan industri, lingkungan organisasi, dan pengalaman personal.
Teori dalam penelitian ini untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi sensitivitas etika akuntan berdasarkan teori Hunt dan Vitell (gambar 2 pada lampiran). Secara khusus, lingkungan budaya akuntan (CPA), pengalaman personal, lingkungan industri, dan lingkungan organisasional dihipotesiskan untuk mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengenal situasi yang memuat etika. Lingkungan budaya dan pengalaman personal adalah diasumsikan bentuk orientasi etika akuntan dimana dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Forsyth (1980) yaitu idealisme (idealism) dan relativisme (relativism). Lingkungan industri atau pengaruh dari profesi akuntan (industri) seorang akuntan diukur dengan menggunakakan skala Aranya et al., (1981) yaitu komitmen profesional. Terakhir, lingkungan organisasi atau pengaruh perusahaan pada akuntan dievaluasi dengan menggunakan skala komitmen organisasi oleh Aranya dan Feris (1984).
2.5 Perumusan Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini diuji berdasarkan model sensitivitas etika akuntan dalam gambar 2 (lampiran). Pertama, dua hipotesis didesain untuk menguji pengaruh antara idealisme dari orientasi etika auditor dengan komitmen profesional, dan pengaruh antara relativisme dari orientasi etika dengan komitmen profesional.
Pengujian tersebut di atas diharapkan auditor mau untuk mempertahankan standar idealistis profesi yangmana akan memcerminkan level yang tinggi dari komitmen profesional.Tujuan utama dari profesi auditing adalah untuk menghindari kesalahan bagi penguna laporan keuangan atas opini auditor, sekalipun memperoleh keuntungan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, idealisme ditemukan di profesi auditing mudah dilakukan untuk tujuan dan pedoman profesi.
Seorang auditor yang relativistis cenderung untuk menolak prinsip moral secara universal termasuk peran organisasi profesional sebagai pedoman untuk bertindak. Skala komitmen profesional (Aranya dan Feris, 1984) memfokuskan pada kemauan auditor untuk mengambil tindakan keuntungan profesi dan pada kesamaan nilai auditor. Sebagai contoh, seorang auditor yang nonrelativistis akan terlihat pada opini yang diberikannya yaitu unqualified atas laporan keuangan salah saji secara material. Auditor mempunyai konsekuensi yang baik dan sesuai dengan kaidah moral atas tindakannya (yaitu investor tidak hilang kepercayaan pada perusahaan).
Auditor yang absolutis (nonrelativistis, idealistis) dihipotesiskan secara kuat untuk pengaruh positif dengan tingkat komitmen profesional. Karena sesuai dengan Forsyth (1980) yang menggambarkan orientasi etika dengan menggunakan pengukuran terpisah dari tingkat idealisme dan relativisme, maka dua hipotesis dalam penelitian ini diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh dari masing-masing (Idealisme dan relativisme) dengan komitmen profesional.
Walaupun sebelumnya orientasi etika auditor ditentukan oleh lingkungan budaya dan pengalaman personal, dapat dimodifikasi secra luas oleh organisasi. Kemampuan dari organisasi untuk mengubah orientasi etika seorang auditor sesuai dengan organisasinya sendiri, atau memberikan lingkungan sesuai dengan norma, kemampuan tersebut akan berpengaruh untuk mendapatkan tingkat komitmen organisasional yang tinggi dari karyawan. Bila KAP (Kantor Akuntan Publik) mempunyai tujuan yang sama bagi profesinya, valensi dari pengaruh yang dihipotesiskan disini adalah sama dengan hipotesisi H1 dan H2 yaitu mengenai pengaruh antara masing-masing variabel orientasi etika (idealisme dan relativisme) dengan komitmen profesional.
Sebagai akibatnya, seorang auditor yang reletivisme diharapkan kurang mempunyai komitmen terhadap organisasi. Namun, seorang auditor yang idealistis mencoba untuk menghindari kesalahan kepada pengguna laporan keuangan dan setia pada standar profesi. Paling tidak tujuan perusahaan (KAP) konsisten dengan standar profesi akuntan, hal ini akan menghasilkan auditor idealistis yang ditunjukkan pada tingkat komitmen organisasional yang tinggi. Dengan demikian, auditor idealistis akan merasa mudah untuk melakukan tujuan dan pedoman dari komitmen KAP, sehingga dapat menguntungkan pengguna laporan keuangan.
Aranya et al., (1982) dalam penelitiannya menemukan bahwa tingginya komitmen profesional oleh akuntan yang bekerja dalam organisasi profesional akan mempunyai komitmen organisasional yang tinggi pula. Komitmen profesional mulai muncul pada diri auditor yaitu pada saat mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi, selama proses sosialisasi dalam profesi, dan pada awal kariernya. Hal ini dibuktikan oleh Bline et al., (1991) bahwa komitmen profesional dan komitmen organisasional merupakan konstruk yang terpisah. Oleh karena itu, komitmen profesional dihipotesiskan lebih dalu daripada komitmen organisasional.
Seorang auditor yang absolutis (relativisme rendah, idealisme tinggi) akan taat pada standar moral dan akan menunjukkan tingkat sensitivitas etika yang tinggi. Relativisme rendah lebih sensitif terhadap situasi yang melanggar norma atau peraturan. Bagaimanapun, auditor yang idealis akan cenderung untuk fokus pada kesalahan auditor yang lain. Oleh karena itu, hipotesis keenam dan ketujuh memprediksi pengaruh antara variabel orientasi etika dengan sensitivitas etika.
Secara intuisi, auditor diharapkan dalam menjalankan profesi akuntannya lebih sensitiv untuk masalah etika profesi. Auditor harus melaksanakan standar etika dan mendukung tujuan dan norma profesional yang merupakan salah satu aspek komitmen profesional (Aranya et al., 1982; Lanchman dan Aranya, 1986), komitmen yang tinggi tersebut direfleksikan dalam tingkat sensitivitas yang tinggi pula untuk masalah yang berkaitan dengan etika profesional.
Seorang auditor yang mendukung tujuan dan nilai profesional secara implisit akan lebih sensitiv untuk situasi etika dan berupaya untuk lebih mementingkan kepentingan profesi daripada kepentingan pribadi, atau setidaknya melihat kepentingan sendiri sebagai pengikat atas profesinya. Tentunya, auditor berkeinginan untuk memelihara keanggotaan profesinya dan menghindari tindakan pelanggran etika. Jadi, seorang auditor dengan komitmen profesional yang tinggi diharapkan lebih sensitiv terhadap situasi etika.
Definisi yang dikemukan oleh Harrell et al., (1986) di atas sama penerapannya untuk profesional atau profesi, hal ini juga untuk mendukung hipotesis kesembilan, dimana komitmen organisasi auditor yang tinggi dapat dihipotesiskan juga untuk sensitivitas etika yang tinggi.
Hipotesis kesembilan melihat pengaruh komitmen organisasi terhadap sensitivitas etika. Walaupun kenyataan bahwa terdapat pengaruh positif dan negatif yang dapat dihipotesiskan untuk kedua variabel tersebut. Penelitian sebelumnya (Sorensen dan Sorensen, 1974) memprediksi keberadaan konflik (pengaruh negatif) antara komitmen organisasi dan tingkat sensitivitas etika. Menurut Sorensen dan Sorensen (1974) karwayan dengan tingkat komitmen organisasi yang tinggi akan kurang sensitiv untuk situasi dimana tujuan organisasi berbeda dengan profesinya. Sebaliknya, Aranya dan Feris (1984); Lanchman dan Aranya (1986) memberikan bukti pengaruh positif antara kedua varaibel tersebut yaitu tidak adanya konflik antara tujuan organisasi dan profesional dimana terdapat kesesuaian antara tujuan KAP dan profesi akuntan.

8 comments

  1. tolong bantuannya..
    saya mau mengembil topik etika ini sebagai topik skripsi saya..
    apakah ada jurnal yang lain yang berkaitan dengan etika terhadap kinerja auditor??
    terima kasih..
    mohon balasannya..


    • melinda :
      tolong bantuannya..
      saya mau mengembil topik etika ini sebagai topik skripsi saya..
      apakah ada jurnal yang lain yang berkaitan dengan etika terhadap kinerja auditor??
      terima kasih..
      mohon balasannya..

      melinda :
      tolong bantuannya..
      saya mau mengembil topik etika ini sebagai topik skripsi saya..
      apakah ada jurnal yang lain yang berkaitan dengan etika terhadap kinerja auditor??
      terima kasih..
      mohon balasannya..

      melinda :
      tolong bantuannya..
      saya mau mengembil topik etika ini sebagai topik skripsi saya..
      apakah ada jurnal yang lain yang berkaitan dengan etika terhadap kinerja auditor??
      terima kasih..
      mohon balasannya..

      melinda :
      tolong bantuannya..
      saya mau mengembil topik etika ini sebagai topik skripsi saya..
      apakah ada jurnal yang lain yang berkaitan dengan etika terhadap kinerja auditor??
      terima kasih..
      mohon balasannya..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemilik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..

      Rindhy Fitria Diannova :
      Tolong bantuannya………..
      Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
      Mohon Dibantu ya pak………..
      Thank’s before..


  2. Tolong bantuannya………..
    Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
    Mohon Dibantu ya pak………..
    Thank’s before..


  3. Tolong bantuannya………..
    Saya mau minta e-mail Bpk.Andi Agus Salim di Makasar yg pemiik artikel yang berjudul “Pengaruh Orientasi Etika Pada Komitmen dan Srnsitivitas Etika Auditor.
    Mohon Dibantu ya pak………..
    Thank’s before..


  4. bgmana cara supaya saya bisa mendapatkan data tersebut,makasi…
    mohon bantuannya


  5. saya akan melakukan penelitian dengan judul PENGARUH ORIENTASI ETIKA PADA KOMITMEN DAN SENSITIVITAS ETIKA AUDITOR.
    bisa tolong kirimkan data lengkapnya termasuk kuesioner…
    mohon bantuannya.
    klo ada tolonh kirim ke email im_littleangel@yahoo.com


  6. mohon bantuannya kepada bapak/ibu pembuat karya ilmiah diatas, sy ingin mengambil tema penelitian yang sama, bisa tolong dikirim paper lengkap dan kuesionernya ke alamat email arpandyajis@yahoo.com
    terimakasih sebelumnya..


  7. saya akan melakukan penelitian mengenai PENGARUH ORIENTASI ETIKA PADA KOMITMEN DAN SENSITIVITAS ETIKA AUDITOR.
    Mohon bantuannya.
    saya minta data lengkapnya dan juga kuesionernya.
    tolong dikirimkan ke e_mail saya wadiebatok@yahoo.com
    Terima kasih sebelumnnya



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: