h1

ARUS KAS KEGIATAN OPERASI DALAM MENDETEKSI MANIPULASI AKTIVITAS RIIL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PASAR

August 20, 2009

Manipulasi Aktivitas Riil dan Arus Kas Kegiatan Operasi

Arus kas dari kegiatan operasi (cash flow from operations atau CFO) merupakan indikator yang menentukan apakah kegiatan operasional perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman jangka pendek, memelihara kemampuan operasional perusahaan, dan membiayai pengeluaran-pengeluaran untuk kegiatan operasional. Arus kas dari kegiatan operasi berisi penerimaan dan pengeluran kas yang diperoleh dan digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Livnat dan Zarowin (1990) dalam penelitiannya mengidentifikasi komponen arus kas dari kegiatan operasi antara lain penerimaan kas dari pelanggan, pembayaran kepada pemasok, karyawan, dan lainnya, pembayaran pajak, pembayaran bunga, dan kegiatan operasi lainnya.
Manipulasi aktivitas riil merupakan manipulasi yang dilakukan oleh manajemen melalui aktivitas perusahaan sehari-hari selama periode akuntansi berjalan. Oleh karena itu, manipulasi ini dapat dilakukan kapan saja sepanjang periode akuntansi berjalan. Hal waktu (timing) inilah yang menjadi bagian penting perusahaan dalam hal ini manajer memiliki insentif melakukan manipulasi aktivitas riil (Roychowdhury, 2003).

Teknik Manipulasi Aktivitas Riil
Teknik yang dapat dilakukan dalam manipulasi aktivitas riil antara lain manajemen penjualan, overproduction, dan pengurangan biaya diskresi (Roychowdhury, 2003).
Manajemen penjualan berkaitan mengenai manajer yang mencoba menaikkan penjualan selama periode akuntansi dengan tujuan meningkatkan laba untuk memenuhi target laba. Sebagai contoh manajer melakukan tambahan penjualan atau mempercepat penjualan dari periode mendatang ke periode sekarang dengan cara menawarkan potongan harga yang terbatas. Perusahaan juga dapat menawarkan jangka waktu kredit yang lebih lunak. Sebagai contoh perusahaan retailer dan otomobil sering menawarkan tingkat bunga kredit yang rendah sampai dengan akhir periode akuntansi. Volume penjualan yang meningkat menyebabkan laba tahun berjalan tinggi namun arus kas menurun karena arus kas masuk kecil akibat penjualan kredit dan potongan harga. Oleh karena itu, aktivitas manajemen penjualan menyebabkan arus kas kegiatan operasi periode sekarang menurun dibandingkan level penjualan normal dan pertumbuhan abnormal dari piutang.
Teknik berikutnya adalah dengan melakukan produksi besar-besaran (overproduction). Manajer dari perusahaan manufaktur dapat melakukan produksi besar-besaran yaitu memproduksi barang lebih besar daripada yang dibutuhkan dengan tujuan mencapai permintaan yang diharapkan sehingga laba dapat meningkat. Produksi dalam skala besar menyebabkan biaya overhead tetap dibagi dengan jumlah unit barang yang besar sehingga rata-rata biaya per unit dan harga pokok penjualan menurun. Penurunan harga pokok penjualan ini akan berdampak pada peningkatan margin operasi. Dampak lain dari penurunan harga pokok per unit barang yang diproduksi besar-besaran adalah arus kas kegiatan operasi lebih rendah daripada tingkat penjualan normal. Thomas dan Zhang (2002) menemukan bahwa perusahaan melakukan produksi besar-besaran dengan tujuan untuk meningkatkan laba yang dilaporkan.
Menaikkan laba atau menghindari melaporkan laba negatif atau rugi juga dapat dilakukan dengan mengurangi biaya diskresi. Biaya diskresi yang dapat dikurangi adalah biaya iklan, biaya penelitian dan pengembangan, dan biaya penjualan, umum, dan administrasi seperti biaya pelatihan karyawan dan biaya perbaikan dan perjalanan. Pengurangan terhadap biaya-biaya ini pada akhir periode menyebabkan rekening hutang berkurang di bawah normal dan berdampak pada akrual abnormal yang positif.

Arus Kas Kegiatan Operasi dan Kinerja Pasar
Kinerja pasar dilihat dari tingkat pengembalian investasi (return) jangka panjang perusahaan atau return saham. Beberapa penelitian yang menguji kandungan informasi tambahan arus kas selain oleh laba adalah Bowen, Burgstahler, dan Daley (1987) menemukan bahwa arus kas kegiatan operasi memiliki informasi tambahan selain yang dijelaskan oleh laba kepada pasar namun hasil penelitiannya disebabkan oleh data periode tahun dan belum dilakukan adanya penanganan data yang outlier. Rayburn (1986) menemukan bahwa arus kas kegiatan operasi dan agregat akrual memiliki hubungan abnormal return. Demikian juga dengan Livnat dan Zarowin (1990) yang menemukan komponen arus kas dari operasi dan pendanaan memiliki hubungan dengan return. Penelitian di Indonesia yang melihat dampak arus kas terhadap kinerja pasar antara lain Diana dan Kusuma (2004) yang menelliti di pasar modal Indonesia menemukan bahwa arus kas dari kegiatan operasi penting dalam menjelaskan return sekuritas. Penelitian yang mendeteksi manipulasi aktivitas riil dan manajemen laba serta dampaknya terhadap kinerja adalah Rahman (2007) yang menunjukkan bahwa motivasi manajemen laba pada saat perusahaan melakukan IPO adalah menggunakan proksi akrual diskresi namun tidak untuk proksi manipulasi aktivitas riil.

Kerangka Pemikiran
Manipulasi aktivitas riil pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan mencapai target yaitu menghindari melaporkan kerugian untuk tujuan mendapatkan bonus dan penilaian kinerja yang baik bagi perusahaan maupun individu di dalam perusahaan tersebut. Tujuan dari manipulasi aktivitas riil adalah mengindari melaporkan kerugian yang dilakukan dengan menggunakan faktor-faktor yang berpengaruh pada laba yang dilaporkan yaitu rekening-rekening yang masuk ke laporan laba rugi.
Cara yang dilakukan adalah dengan meningkatkan penjualan dengan menawarkan potongan harga, penjualan kredit dengan bunga rendah, dan waktu kredit yang lunak. Hal ini menyebabkan penjualan yang dilaporkan meningkat sehingga laba yang dilaporkan pada periode tersebut meningkat.
Selain dampak terhadap laba yang meningkat, manipulasi aktivitas riil ini juga berdampak terhadap arus kas yang dilaporkan pada periode bersangkutan. Hal ini berarti dengan adanya manipulasi aktivitas riil yang dilakukan dengan cara penawaran potongan harga, pengurangan biaya iklan, pengurangan biaya penjualan, pengurangan biaya riset dan pengembangan, dan overproduction agar harga pokok penjualan rendah memiliki dampak arus kas kegiatan operasi setelah adanya manipulasi aktivitas riil ini lebih rendah dibandingkan dengan yang seharusnya atau normal apabila tidak terdapat manipulasi aktivitas riil, atau dengan kata lain arus kas kegiatan operasi abnormal rendah. Oleh karena arus kas terkena dampak dari manipulasi aktivitas riil maka arus kas ini dapat digunakan untuk menguji apakah perusahaan memiliki kecenderungan melakukan manipulasi aktivitas riil ataukah tidak. Manipulasi aktivitas riil melalui arus kas kegiatan operasi terlihat dari nilai rerata abnormal dari arus kas kegiatan operasi yang rendah (di bawah 0). Angka 0 berarti antara nilai arus kas aktual dan nilai arus kas normal adalah sama.
Arus kas yang dapat memiliki muatan dari manipulasi aktivitas riil berdampak terhadap kinerja pasar. Penelitian dari Livnat dan Zarowin (1990) menemukan bahwa arus kas kegiatan operasi memiliki dampak terhadap kinerja pasar perusahaan (return saham). Dengan adanya manipulasi aktivitas riil melalui arus kas kegiatan operasi maka terdapat perbedaan kinerja pasar antara perusahaan yang diduga cenderung melakukan manipulasi aktivitas riil dan perusahaan yang diduga cenderung tidak melakukan manipulasi aktivitas riil. Hal ini dikarenakan laba yang tinggi merupakan salah satu indikator perusahaan memiliki kinerja yang baik sehingga menyebabkan kenaikan harga saham atas perusahaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan yang melakukan manipulasi aktivitas riil memiliki kinerja pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan manipulasi aktivitas riil.

One comment

  1. untuk artikel tersebut di atas ada versi lenkapnya gak…??



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: